Hasil
Sistem Poin F1: Begini Cara Pembalap dan Tim Mengumpulkan Poin Juara Dunia

Pemenang balapan mendapat 25 poin, tapi bagaimana dengan posisi lainnya? Pahami pembagian poin Grand Prix, sprint, dan cara menentukan juara dunia.
Setiap musim Formula 1 berujung pada dua gelar: juara dunia pembalap dan juara dunia konstruktor (tim). Keduanya ditentukan oleh total poin yang dikumpulkan sepanjang musim. Lalu, bagaimana poin itu dibagikan?
Poin Grand Prix
Hanya 10 pembalap teratas yang mendapat poin di setiap Grand Prix:
| Posisi | Poin | Posisi | Poin |
|---|---|---|---|
| P1 | 25 | P6 | 8 |
| P2 | 18 | P7 | 6 |
| P3 | 15 | P8 | 4 |
| P4 | 12 | P9 | 2 |
| P5 | 10 | P10 | 1 |
Sejak musim 2025, tidak ada lagi poin bonus untuk pencatat lap tercepat.
Poin Sprint
Di akhir pekan berformat sprint, balapan sprint yang lebih pendek juga memberi poin kepada 8 pembalap teratas: 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, dan 1 poin.
Klasemen Pembalap dan Konstruktor
- Klasemen pembalap: akumulasi poin milik masing-masing pembalap.
- Klasemen konstruktor: gabungan poin dari kedua pembalap setiap tim.
Artinya, sebuah tim bisa juara konstruktor meski pembalapnya tidak menjadi juara dunia, karena konsistensi kedua pembalap sangat menentukan.
Kalau Poinnya Sama?
Jika dua pembalap mengakhiri musim dengan poin yang sama, juara ditentukan dari jumlah kemenangan terbanyak. Jika masih sama, dilihat jumlah finis kedua terbanyak, lalu ketiga, dan seterusnya.
Ada juga aturan khusus ketika balapan tidak dapat diselesaikan, misalnya karena cuaca buruk. Dalam kondisi itu, poin yang diberikan bisa dikurangi tergantung jarak balapan yang sudah ditempuh.